KKP Fokuskan Empat Komoditas Industrialisasi Perikanan

Untuk menghadapi pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan perdagangan bebas tahun 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengutamakan penerapan kebijakan industrialisasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, kebijakan tersebut telah dilaksanakan antara lain dengan penetapan empat komoditas industrialisasi perikanan, yaitu komoditas udang, bandeng, patin, dan rumput laut.

Untuk industrialisasi udang, ujar dia, hal tersebut dilaksanakan melalui kegiatan revitalisasi tambak dengan perbaikan infrastruktur berupa saluran primer, sekunder dan tersier.

Ia memaparkan, program itu mampu mengoptimalkan kawasan pertambakan Pantura Jawa yang mencakup Provinsi Banten dan Jawa Timur pada 2012, serta Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat serta Sulawesi Selatan pada 2013.

"Kita perlu mempersiapkan diri untuk mempersiapkan SDM serta produk perikanan kita agar mampu bersaing dalam pasar tunggal ASEAN," kata dia, akhir pekan kemarin.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mempersiapkan produksi, daya saing dan ekonomi yang merata di seluruh kawasan.

"Kementerian Perdagangan telah menyiapkan kebijakan penting terkait pasar tunggal ASEAN," kata Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan.

Dia menjelaskan, kebijakan yang dipersiapkan seperti pasar tunggal dan basis produksi terutama untuk produksi kategori ekspor. Gita juga menekankan pentingnya masyarakat Indonesia dalam menyiapkan daya saing secara bersama-sama agar peluang MEA dapat dioptimalkan.

"Selain itu, sektor nasional harus siap untuk menghadapi persaingan yang semakin tinggi di lingkungan pasar domestik," tambahnya.

Sharif menegaskan, dalam pelaksanaan industrialisasi perikanan, KKP berharap dukungan berbagai instansi terkait. Diantaranya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pemerintah Daerah (Pemda), Perbankan, dan Perguruan Tinggi serta instansi terkait lainnya.

Dia kembali menegaskan bahwa industrialisasi perikanan yang dicanangkan KKP mengacu pada prinsip blue economy. Konsep ini memiliki potensi dalam paradigma pembangunan baru dengan menerapkan model pengembangan bisnis yang mensinergikan antara pertumbuhan, pembangunan dan lingkungan.

Prinsip blue economy dinilai tepat dalam membantu dunia untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, ekosistem laut yang kian rentan terhadap dampak perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming).

Dia menegaskan bahwa prinsip blue economy perlu ditindaklanjuti melalui beberapa pendekatan. Diantaranya, mensinergikan pengelolaan ekosistem laut dan pesisir dengan ketahanan pangan. Strategi pembangunan ekonomi dan sosial, serta mendorong transisi ekonomi, pasar, industri dan masyarakat. "Semuanya menuju pola yang lebih berkelanjutan terhadap penggunaan sumberdaya kelautan dan perikanan dari waktu ke waktu," jelasnya

Sumber : Koran Jakarta

Berita Lainnya

Kunjungan Kerja Ke BBP4BKP
  • By : wulan
  • on : 29 May 2014
  • 1198 views
Pertamina Bangun Kartu BBM Subsidi Khusus Nelayan
  • By : wulan
  • on : 20 May 2015
  • 1996 views
SPBN Tutup, DKP Panggil Pengelolanya
  • By : wulan
  • on : 21 Oct 2013
  • 553 views
DATA IMPOR PRODUK PERIKANAN BANTEN TAHUN 2016
  • By : Erwin Suryana, M.M.Pi
  • on : 08 Jun 2017
  • 645 views
HARGA IKAN JELANG PUASA DAN AWAL RAMADHAN STABIL
  • By : Erwin Suryana, M.M.Pi
  • on : 08 Jun 2017
  • 1190 views