Pemprov Banten Membuka Peluang Perusahaan Produksi Benih Ikan

Pemerintah Provinsi Banten, pada 2013 berkeinginan merealisasikan target produksi benih ikan sebanyak 1,3 miliar ekor, untuk itu memerlukan dukungan semua pihak, termasuk kalangan perusahaan di daerah tersebut. "Untuk merealisasikan target produksi benih ikan itu, kita akan melakukan koordinasi dengan perusahaan yang bergerak di bidang pembenihan ikan, karena mereka mau menjalin kemitraan dengan pemerintah," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Maesyaroh Mawardi di Serang, awal pekan ini.

Di Provinsi Banten, kata dia, ada sekitar 14 perusahaan yang bergerak dalam bidang perbenihan skala besar. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah mengagendakan untuk mengundang perusahaan itu agar mau bermitra dengan pemerintah guna mewujudkan target produksi tersebut. Selain itu, DKP Provinsi Banten juga telah mengadakan pendekatan kepada 14 perusahaan itu untuk dapat mengeluarkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility-CSR)-nya untuk pengembangan/membantu perbenihan skala kecil.

"Di samping menyalurkan CSR-nya, kita juga berharap kalangan perusahaan tersebut melakukan pembinaan teknis pada para pembenih ikan tradisional supaya produksinya terus meningkat," ujarnya. Ia juga menyatakan, pada 2012 target produksi benih ikan, yang juga ditetapkan sebanyak 1,3 miliar ekor tidak tercapai. Hanya terealisasi sebanyak 760 juta ekor atau 58,46 persen.

Tidak tercapainya target produksi benih perikanan di tahun 2012 tersebut, kata dia, disebabkan karena tidak semua pembenih melaporkan hasil produksi benihnya, termasuk beberapa perusahaan benih yang ada di wilayah Banten. Pada tahun 2013 ini kita targetkan realiasinya harus tercapai, kita akan melakukan optimalisasi koordinasi dan komunikasi dengan para pembenih baik tradisional, skala kecil dan skala besar atau perusahaan," katanya.

Dengan menjalin kerja sama dan kemitraan ini, kata dia, segalanya akan terasa mudah dan target akan tercapai. Menurut Maysaroh, agar target produksi benih di Banten dapat tercapai, salah satu upayanya adalah dengan membentuk sebuah wadah organisasi semacam forum atau asosiasi bagi para pembenih. Asosiasi tersebut, yakni Asosiasi Perbenihan Air Payau Dan Air Laut (Asppalut) Provinsi Banten. Forum ini sebagai media bertukar informasi dan kemitraan dengan pemerintah.

Kabid Perikanan Budidaya DKP Banten Wahjul Choir menambahkan, struktur organisasi Asppalut ini sebagai Ketua tim Pembina Kepala DKP Banten, Sekretaris Kabid Perikanan Budidaya Banten dan dan anggotanya adalah Kepala DKP kabupaten/kota se-Provinsi Banten, Penyuluh Perikanan Provinsi Banten, dan Penyuluh Perikanan kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Sedangkan pengurusnya adalah para pembenih ikan air payau dan air laut di wilayah provinsi Banten yakni diketuai oleh Bandar.

Usaha Pembenihan Keinginan pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan produksi benih ikan, mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang, yang pada 2013 mengembangkan usaha pembenihan ikan air tawar guna meningkatkan produksi benih serta mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) yang dibebankan pada institusi tersebut.

"Tahun 2012 kita berhasil merealisasikan PAD Rp560 juta dan tahun ini ditargetkan Rp1 miliar lebih, jadi kami harus mencari sumber-sumber baru untuk meningkatkan pendapatan," kata Sekretaris DKP Kabupaten Pandeglang Bedjo. Usaha pembenihan ikan ikan itu, kata dia, dilaksanakan tiga Unit Pelanan Teknis Balai Benih Ikan (UPT) BBI miliki DKP, yakni BBI Cipeucang, Banjar dan Cikoromoy.

Menurut dia, usaha pembenihan ikan yang akan dilaksanakan, yakni untuk ikan mas sinyonya, ikan lele dumbo, lele sangkuriang dan nila. Jenis ikan tersebut banyak dikembangkan oleh peteni pembudidaya ikan air tawar di daerah tersebut. Pembenihan itu, kata dia, bekerja sama dengan Balai Besar Benih Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang telah berpengalaman karena telah lama melaksanakan usaha tersebut.

Balai Besar Benih Sukabumi, kata dia, memiliki indukan ikan air tawar berkualitas yang telah bersertifikat. "Kita meminjam indukan dari Balai Besar Benih Sukabumi supaya benih yang dihasilkan berkualitas sehingga tidak merugikan bagi pembeli," katanya. Mengenai sistem kerja sama, kata dia, yakni DKP Pandeglang akan meminjam indukan dari balai benih tersebut untuk dipijahkan atau ditelurkan, setelah bertelur dikembalikan. Selain itu, kata dia, DKP Pandeglang siap menyuplai benih ke Sukabumi dan sekitarnya, kalau pasokan dari Balai Besar Benih Sukabumi tidak mencukupi.

Terkait penjualan benih dari BBI, menurut dia, akan lebih difokuskan pada pengadaan benih yang anggarannya dari bantuan, baik dari dana alokasi khusus (DAK) maupun pemerintah kabupaten dan provinsi. "Dengan membeli benih dari BBI maka ada retribusi untuk pemasukan PAD, dan ini sesuai dengan Perda No.12 tahun 2012 yang di dalamnya menyebutkan benih ikan kena retribusi," katanya. Selama ini, kata dia, pengadaan benih dari bantuan pemerintah membeli dari pihak ketiga sehingga tidak ada retribusi atau pemasukan bagi daerah. Pusat Penjualan Dinas Keluatan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang, pada 2013 juga akan membangun pasar benih Cipeucang yang merupakan pusat penjualan benih ikan air tawar.

"Tahun ini kita merencanakan membangun pasar benih, mudah-mudahan bisa direalisasikan," kata Sekretaris Dinas Keluatan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang Badjo. Pasar benih itu, kata dia, akan dibangun di lokasi Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Benih Ikan (BBI) Cepeucang, Kecamatan Cimanuk.

Menurut dia, sarana dan prasarana untuk pasar benih tersebut sudah tersedia, seperti kolam penampungan benih, jadi tinggal melakukan penataannya saja sehingga lokasi tersebut layak untuk kegiatan penjualan. "Penataan yang dilakukan pun tidak terlalu rumit, yakni tinggal membuka pagar saja, sudah layak menjadi tempat penjualan benih," katanya.

Pembangunan pasar benih itu, kata dia, guna memperlancar penjualan benih yang juga telah diprogramkan oleh DKP Kabupaten Pandeglang. Ia mengaku optimistis pasar benih tersebut akan berjalan, mengingat tingginya permintaan benih ikan, terutama lele dan ikan mas, dari masyarakat.

"Banyak warga Pandeglang yang menekuni usaha pembesaran ikan lele dan mas, karena produksi benih kurang, mereka terkadang membeli benih dari Sukabumi dan Bogor, Provinsi Jawa Barat," kata Bedjo. Selama ini, kata dia, pembenihan ikan air tawar dilakukan oleh masyarakat dengan skala usaha relatif kecil dan produksi terbatas sehingga tidak mampu mencukupi permintaan pasar yang cukup tinggi. "Kalau kita juga melakukan pembenihan dan membuka penjualan untuk umum di pasar benih, maka akan membantu mencukupi kebutuhan benih masyarakat, tapi tidak akan 'mematikan' usaha pembenihan warga," ujarnya.

Beberapa petani pembenih ikan di Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang, menjelaskan permintaan benih ikan cukup tinggi, dan tidak hanya dari pembudidaya setempat, tapi juga dari Serang dan Cilegon.

"Permintaan cukup tinggi, tidak hanya dari petani pembudidaya Pandeglang, tapi ada juga dari Cilegon dan Serang," kata Nano, petani pembudidaya benih ikan lele di Kampung Sukarehe, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung. Mengenai harga jual, menurut dia, untuk harga eceran benih lele ukuran 3-5 cm Rp130/ekor, ukuran 6-8 cm dari Rp170/ekor menjadi Rp175/ekor. Sedangkan untuk pembelian literan, disesuaikan dengan jumlah pembelian. Kalau hanya satu-dua liter Rp60 ribu/liter, jika lebih dari dua liter Rp55 ribu/liter. Benih lele yang dijual biasanya yang berumur 40 hari sampai 60 hari.

Turji'i pembudidaya benih ikan mas juga mengakui tingginya permintaan benih, dan tidak semuanya bisa tercukupi karena produksi relatif terbatas. "Saya paling memijahkan (menelurkan) satu-dua ekor indukan dengan produksi berkisar 6.000-10.000 ekor, jadi tidak bisa mencukup permintaan," katanya.

Mengenai harga jual, menurut dia, tergantung ukuran. Untuk ukuran 4-6 cm Rp200/ekor, ukuran 7-9 cm dari Rp550/ekor dan ukuran dua jari orang dewasa dari Rp1.000/ekor. "Ada juga yang membeli literan atau kiloan. Untuk literan Rp70 ribu/liter dan timbangan Rp70 ribu/kg," katanya.

Sumber : Berita Daerah

Berita Lainnya

Budidaya Ikan Bantu Laju Peningkatan Kesejahteraan
  • By : wulan
  • on : 04 Nov 2013
  • 646 views
Kunjungan Kerja Ke BBP4BKP
  • By : wulan
  • on : 29 May 2014
  • 1198 views
DKP Banten Melatih 40 Orang Masyarakat Pesisir
  • By : Jaka Putra Kelana
  • on : 23 Mar 2018
  • 552 views
Kegunaan Kartu Nelayan
  • By : wulan
  • on : 16 Oct 2013
  • 3636 views