Selama 3 Tahun Terakhir Ekspor Perikanan Banten Tumbuh Pesat

Erwin Suryana, SE, M.M.Pi *)

Pendahuluan

Sejak Provinsi Banten berdiri tahun 2001, tahun 2014 memberikan catatan positif dalam hal perdagangan produk perikanan Banten keluar negeri (ekspor). Untuk pertama kalinya Banten mencatatkan angka ekspor dengan kenaikan yang cukup signifikan yakni sebesar 4.121,64 ton. Angka ini menunjukkan kenaikan dua kali lipat (100 %) dibanding tahun sebelumnya 2013 yang mecatatkan angka ekspor sebesar 2.188,21 ton. Kenaikan ekspor ini merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai oleh Provinsi Banten.

Data tersebut diolah dari data ekspor Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Banten, tempat dimana setiap eksportir mendapatkan sertifikat kesehatan (health certificate) sebagai dokumen persyaratan ekspor.

Hal ini patut kita syukuri karena kegiatan perdagangan suatu komoditas keluar negeri sesungguhnya memberikan manfaat yang besar bagi sebuah negara / daerah diantaranya : (1) memperluas pasar bagi produk kita, (2) menambah devisa negara dan (3) dapat memberluas lapangan kerja.

Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan ekspor dapat membawa banyak manfaat bagi masyarakat, diantaranya : memperluas pasar bagi produk Indonesia, menambah devisa negara, dan memperluas lapangan kerja.

 

  • Memperluas lapangan kerja. Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan produk Indonesia ke luar negeri. Misalnya, pakaian batik merupakan salah satu produk Indonesia yang mulai dikenal oleh masyarakat dunia. Apabila permintaan terhadap pakaian batik buatan Indonesia semakin meningkat, pendapatan para produsen batik semakin besar. Dengan demikian, kegiatan produksi batik di Indonesia akan semakin berkembang.
  • Menambah Devisa Negara. Perdagangan antarnegara memungkinkan eksportir Indonesia untuk menjual barang kepada masyarakat luar negeri. Transaksi ini dapat menambah penerimaan devisa negara. Dengan demikian, kekayaan negara bertambah karena devisa merupakan salah satu sumber penerimaan negara.
  • Memperluas Lapangan Kerja. Kegiatan ekspor akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan semakin luasnya pasar bagi produk Indonesia, kegiatan produksi di dalam negeri akan meningkat. Semakin banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin luas.

Dalam tulisan ini penulis ingin menggambarkan kondisi umum kegiatan perdagangan internasional produk perikanan di Banten, kemudian menjelaskan jenis komoditasnya, negara tujuan ekspor, serta saran dan rekomendasi.

Tujuan tulisan ini juga dimaksudkan untuk menjadi rujukan informasi bagi pelaku bisnis perikanan serta menjadi bahan pengambilan kebijakan bagi pemerintah daerah.

 

Gambaran Ekspor Perikanan Banten

Tahun 2012 ekspor perikanan Banten mencatatkan angka 1.413.593,61 ton dengan nilai ekspor sebesar USD 19.344.024,48 (nilai ekspor rata-rata USD 13,68), sedangkan tahun 2013 mencatatkan angka 2.188.210,00 ton dengan nilai ekspor sebesar USD 21.739.239,6 (nilai ekspor rata-rata USD 9,93).

Sementara tahun 2014 mencatatkan angka ekspor sebesar 4.121.644,97 ton dengan nilai ekspor sebesar USD 45.073.094,31 (nilai ekspor rata-rata USD 10,94). Keterangan rinci lihat tabel

Tabel 1. Jumlah Ekspor, Nilai Ekspor dan Rata-Rata Nilai Ekspor Perikanan, tahun 2012 – 2014

Tahun

 Jumlah (kg)

 Nilai (USD)

 Rata-rata

USD/Kg (USD)

2012

         1.413.593,61

                        19.344.024,48

$13,68

2013

         2.188.210,00

               21.739.239,60

$9,93

2014

         4.121.644,97

                        45.073.094,31

$10,94

 

Dari data diatas dapat dilihat bahwa dalam 3 tahun, pada tahun 2014 Provinsi Banten mencatatkan pertumbuhan ekspor perikanan yang cukup tinggi diatas 100% dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Jenis Komoditas dan Negara Tujuan

Dalam 3 tahun (2012 – 2014) komoditas ekspor produk perikanan Banten yang paling banyak diekspor adalah Udang Beku sebanyak 2.773 ton (35,92 %) disusul komoditas Crabs (kepiting) sebanyak 2.209 ton (28,62 %) dan belut hidup 977 ton (12,67 %). Komoditas lainnya yang juga diekspor adalah tuna, rajungan, lobster dan ikan campuran lainnya.

Adapun negara tujuan ekspor adalah China, USA, Australia, Jepang, Thailand, Kanada, Perancis dan Filipina.

 

Tren Ekspor Perikanan Nasional

Kenaikan ekspor perikanan Banten, ternyata sejalan dengan tren nasional. BPS mencatat pada tahun 2013 nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai US$ 2,86 miliar, kemudian pada tahun 2014 naik menjadi US$ 3,1 miliar. Lalu pada kuartal I 2015 nilai ekspor perikanan sudah menembus US$ 906,77 juta.

Dari total ekspor kuartal I 2015 tersebut tercatat komoditas yang paling banyak menyumbang nilai ekspor adalah udang yakni sebesar US$ 449,95 juta, terbesar kedua yakni tuna dengan nilai US$ 89,41 juta dan terbesar ketiga disumbang oleh komoditas cumi-cumi yakni senilai US$29,51 juta. (cnnindonesia.com)

Apabila kita melihat tren diatas sangat dimungkinkan peningkatan ekspor Indonesia disebabkan oleh intensifnya upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memberantas praktik illegal fishing, mulai dari pencurian ikan, transhipment (proses pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lainnya yang dilakukan di tengah laut), pelanggaran ijin penangkapan ikan, serta praktik illegal lainnya.**

*) Penulis adalah Ahli Muda Analis Pasar Hasil Perikanan Provinsi Banten

Berita Lainnya

Pertamina Bangun Kartu BBM Subsidi Khusus Nelayan
  • By : wulan
  • on : 20 May 2015
  • 1714 views
Manfaat Kartu Nelayan
  • By : wulan
  • on : 28 Nov 2014
  • 1169 views
Potensi Ekspor Ikan Hias Indonesia Rp 600 Miliar
  • By : wulan
  • on : 19 Sep 2013
  • 273 views
SATE BANDENG BANTEN TEMBUS BRANDING NASIONAL
  • By : wulan
  • on : 11 Mar 2014
  • 733 views