PREDIKSI VOLUME EXPORT UDANG PROVINSI BANTEN PASCA PANDEMI COVID-19

PREDIKSI VOLUME EXPORT UDANG PROVINSI BANTEN PASCA PANDEMI COVID-19

Pada tahun 2019-2021 eksport udang Indonesia telah teruji bertahan menghadapi disrupsi ekonomi akibat pandemi covid-19. Ketahanan ini ditunjukan dengan data eksport udang yang menunjukan trend naik (posotif) sementara produk eskport perikanan lain mengalami fluktuasi bahkan di masa pandemi ada yang mengalami penurunan. Banten sebagai provinsi yang memiliki luas tambak 13 besar dari 34 provinsi di Indonesia bisa menjadi salah satu penyumbang terhadap eksport udang nasional. Eksoport udang Banten seperti halnya pada skala nasional juga mengalami trend kenaikan.

Melatarbelakangi hal tersebut diperlukan strategi khusus yang dilakukan para pihak terkait dengan bisnis eksport udang agar bisa merespond demand eskport udang yang tinggi dan terus mengalami trend positif. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan membuat proyeksi prediksi volume pasar ekport udang berdasarkan data yang ada. Prediksi nilai eksport udang Banten untuk tahun 2022 sebesar 270.807.746 Kg, tahun 2023 sebesar 292.418.035 Kg, tahun 2024 sebesar 315.507.410 Kg dan tahun 2025 sebesar 340.075.871 Kg. Lebih detail prediksi volume eksport udang tersebut dapat disimak pada table grafis berikut ini.

Ida Farida fungsional Analis Pasar Hasil Perikanan membuat paper proyeksi prediksi nilai dan volume eksport udang Banten berharap agar petani udang di daerah agar meningkatkan skala produksinya. Para eksportir juga diharapkan bisa ikut mempertahankan pasar dan harus bisa meningkatkannya dengan terus membuat jalur pemasaran yang lebih luas. Sedangkan untuk pemerintah bisa memuat kebijakan yang mendukung petani sebagai produsen dan eksportir sebagai pelaku bisnis. Kelancaran perdagangan eksport akan bermanfaat untuk devisa pemerintah. Berikut link download untuk paper secara lengkap : https://drive.google.com/file/d/1V1S2UWnpnA9s-X4QCmFGyyPmWVwaJhto/view?usp=sharing