Pengembangan Pelabuhan Perikanan Terpadu Banten Selatan Kegiatan Penetapan Lokasi Pembangunan Serta Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Provinsi

Pengembangan Pelabuhan Perikanan Terpadu Banten Selatan Kegiatan Penetapan Lokasi Pembangunan Serta Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Provinsi
Pengembangan Pelabuhan Perikanan Terpadu Banten Selatan Kegiatan Penetapan Lokasi Pembangunan Serta Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Provinsi
Pengembangan Pelabuhan Perikanan Terpadu Banten Selatan Kegiatan Penetapan Lokasi Pembangunan Serta Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Provinsi

Pelabuhan Perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan/atau bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan. Sedangkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) adalah salah satu fasilitas fungsional dari Pelabuhan Perikanan untuk transaksi penjualan ikan/hasil laut, baik secara lelang ataupun tidak. Pelabuhan Perikanan Binuangeun-Cikeusik merupakan Pelabuhan Perikanan lintas batas kabupaten Lebak dan Pandeglang yang sudah diserahkan proses P3D nya ke Provinsi Banten.

Ely Susiyanti Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten memaparkan pengembangan kedua Pelabuhan Perikanan tersebut akan menjadi Pelabuhan Perikanan terpadu di wilayah selatan Banten pada Pertemuan Pengembangan Pelabuhan Perikanan Terpadu Banten Selatan yang diselenggarakan pada 28 Juli 2022 bertempat di Dinas Perikanan Kabupaten Lebak. Acara tersebut mengundang beberapa Instansi yang berkaitan dengan pengelolaan Pelabuhan Perikanan dari Pemerintahan Kabupaten Lebak dan Pemerintahan Kabupaten Pandeglang seperti Bappeda, Dinas Perikanan, serta Dinas Perhubungan.

Pengembangan Pelabuhan Perikanan Binuangeun direncanakan sebagai sentra pelabuhan perikanan, pergudangan, industri pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Sedangkan Pelabuhan Perikanan Cikeusik direncanakan sebagai sentra wisata bahari, kuliner, pendidikan dan pelatihan, pusat riset kelautan dan perikanan (UNTIRTA, STP, UPI, BMKG). Beberapa kendala yang dihadapai terkait pengelolaan kedua Pelabuhan Perikanan tersebut adalah

  • Belum adanya pengelolaan sanitasi dan higien yang baik di TPI guna menjamin mutu hasil tangkapan;
  • Banyaknya praktik jual beli di tengah laut;
  • Permasalahan mengenai daerah penangkapan ikan yang bersinggungan dengan jalur pelayaran kapal niaga dan kegiatan kapal pengeruk pasir yang dapat berpotensi  menimbulkan konflik.