Ketahanan Pangan menjadi Fokus Sinergitas Program DKP Banten dengan Danlanal Banten.

Ketahanan Pangan menjadi Fokus Sinergitas Program DKP Banten dengan Danlanal Banten.
Ketahanan Pangan menjadi Fokus Sinergitas Program DKP Banten dengan Danlanal Banten.
Ketahanan Pangan menjadi Fokus Sinergitas Program DKP Banten dengan Danlanal Banten.
Ketahanan Pangan menjadi Fokus Sinergitas Program DKP Banten dengan Danlanal Banten.

Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus meningkatkan kerjasama dan sinergitas dengan stakeholder dalam mewujudkan Ketahanan Pangan di Provinsi Banten. Berbagai macam upaya program dan kegiatan pemerintah dan kemasyarakatan terus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya. Pendemi Covid19 telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk memulai dengan berbagai macam hal baru yang penuh dengan aksi kreatifitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan oleh Eli Susiyanti selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten dalam pertemuannya dengan Komandan Pangkalan TNI AL  (Danlanal) Letnan Kolonel Dedi Komarudin pada Jum’at 5 Agustus 2022 di Markaz Komando Lanal Merak Banten.

“Ikan adalah bahan pangan sumber protein hewani yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh diberbagai tingkatan usia. Untuk memenuhi ketersediaan pangan ikan ini, diperoleh melalui usaha perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Untuk itu Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten terus berkomitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui berbagai program seperti peningkatan sarana prasarana perikanan tangkap dengan membangun pelabuhan bertarap internasional di Binuangeun. Hal ini penting agar nelayan secara dinamis meningkatkan produksi perikanan hasil tangkapannya sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan ikan untuk dikonsumsi dengan demikian minat dan daya beli masyarakat akan meningkat pula, karena disamping bergizi tinggi, ikan dapat dibeli dan dimakan oleh siapa saja karena harganya terjangkau”. Ujar Eli yang didampingi oleh Budi Sulistio sebagai Syahbandar Perikanan dan Anda selaku Pengawas Perikanan Provinsi Banten.

Begitu pula bidang perikanan budidaya, Lanjut Eli bahwa DKP Provinsi Banten pada tahun 2020 saat Pandemi Covid19 melanda negeri kita, telah diditribusikan secara gratis benih ikan air tawar sebanyak 8juta benih ikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) untuk dibesarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat di 8 Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.

“Pada tahun ini sampai bulan Juli 2022, kami telah memberikan bantuan stimulan benih ikan kepada sekitar 50 Pokdakan sebanyak 700.000 benih ikan air tawar bersertfikat CBIB yang siap dibesarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat Banten,  demikian pula berbagai bantuan stimulan kepada nelayan terus kami berikan. Selanjutnya kami juga terus menggalakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di berbagai daerah terutama daerah yang menjadi prioritas penanganan stunting seperti Kabupaten Pandeglang, Lebak, Tangerang dan kabupaten Serang” Ungkap Eli yang lahir di Lebak, Banten

Jadi keunggulan yang dimiliki ikan adalah memiliki kandungan nutrisi yang relatif aman untuk balita hingga manula. Kandungan Omega 3, 6, dan 9 pada ikan memberikan beberapa manfaat sangat baik untuk kesehatan jantung, kecerdasan otak, mengontrol tekanan darah dan mencegah kanker kemudian untuk tumbuh kembang bayi Iebih cepat, balita Iebih aktif dan cerdas, serta membuat daya tahan tubuh Iebih kuat. Ikan ini sangat tepat untuk penanganan stunting, Tambahnya.

Letkol Dedi Komarudin mengaku senang dengan kedatangan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Pangkalan TNI AL Merak Banten ingin bersinergi dengan pemerintah daerah atau Forkopimda dalam hal ini Pj. Gubernur Banten. Kami mendapat instruksi dari KASAL untuk membangun ketahanan pangan bersama masyarakat di wilayah kerja pangkalan. Karena pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Hak untuk memperoleh pangan merupakan salah satu hak asasi manusia, sebagaimana tersebut dalam pasal 27 UUD 1945. Pertimbangan tersebut mendasari terbitnya UU No. 7/1996 tentang Pangan. Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional. Dalam hal ketahanan pangan Keluarga Besar Danlanal Banten telah menjalankan program ketahanan pangan secara mandiri dengan membangun dan mengambangkan kolam ikan air tawar dengan jenis ikan nila merah dan lele dengan system bioflok.

“Bahwa pandemi Covid19 menimbulkan dampak bukan hanya bidang kesehatan, namun juga diberbagai bidang dan sendi kehidupan masyarakat. Banyak warga masyarakat yang mengaku dan mengeluh bahwa sedang kesulitan dalam berusaha dan pendapatannya menurun akibat pandemi. Salah satu langkah mengantisipasi rentetan dari dampak Covid-19 di bidang perekonomian adalah program ketahanan pangan di wilayah pesisir dengan tetap menjaga pelestarian alam serta membangun kreatifitas dengan pengolahan turunan mangrove dijadikan produk makanan pada desa-desa binaan seperti di Pulau Panjang dan Pulau Sangiang. Ungkap Letkol Dedi, sambil menunjukkan Kolam Biofloknya.

“Kedepan kami mengajak DKP Provinsi Banten untuk bekerjasama dalam pemberian stimulan benih yang berkualitas dan bersertifikat untuk disalurkan dan dikembangkan oleh masyarakat di desa-desa binaan Lanal Banten.” Tambah Dedi yang masih berdarah Pandeglang, Banten.

Selanjutnya, Danlanal menyampaikan bahwa pada tanggal 13 Agustus 2022 akan diselenggerakan kegiatan pengibaran bendera sang merah putih di dalam laut perairan Pulau Sangiang, dengan mengundang berbagai stakeholder dan masyarakat serta pera penyelam dengan berbagai kegiatan seperti penanaman pohon mangrove, gerakan bersih pantai dan laut, serta pelepasan penyu dan burung di pantai panjang Pulau Sangiang. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Pj. Gubernur Banten, Pj. Sekda Banten serta Forkopimda dan juga mengundang Bupati/Walikota se-Provinsi Banten.

“Jadi kami juga mengundang Ibu Kadis untuk wajib hadir juga pada acara tersebut dengan membawa Kapal Pengawasnya, sekaligus aksi pengawasan dan pengamanan laut terpadu bersama KRI TNI AL”, Pungkasnya.

“Siap laksanakan Komandan” seloroh Eli, yang disambut gelak tawa Danlanal dan rombongan.

Pertemuan kedua pimpinan lembaga diakhiri dengan pemberian cinderamata berupa Miniatur Kapal Selam dari Komandan Pangkalan TNI AL kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten.