FGD Percepatan Pembangunan di Kabupaten Serang

FGD Percepatan Pembangunan di Kabupaten Serang

Pada tanggal 15 Juli 2022 bertempat di Pendopo Gubernur, Pemprov Banten mengundang Pemkab Serang untuk melakukan forum group discussion (FGD) terkait percepatan pembangunan di Kabupaten Serang. Setidaknya ada lima isu strategis yang disampaikan Pemkab kepada Pemprov. Lima isu strategis utama yang dibahas dalam FGD, yaitu stunting, pariwisata, sampah, Puspemkab Serang, dan wisata religi di Tanara. Salah satu tujuan FGD ini adalah menyamakan persepsi bahwa Banten bukan hanya milik kabupaten A atau kota A, tapi milik seluruh kabupaten/kota yang ada di Banten. Untuk itu, terkait dengan fokus Pj Gubernur Banten Al Muktabar yakni penanganan stunting, maka seluruh daerah diharapkan bahu membahu.

Pada kesempatan acara pertemuan yang di pimpin oleh Pj Sekda Banten M Tranggono ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Ely Susiyanti memaparkan tentang Perencanaan Pembangunan Kelautan dan Perikanan. Kabupaten Serang yang memiliki potensi pesisir utara jawa dapat dikembangkan pembangunan kelautan dan perikanan berupa budidaya tambak udang semiintensif, budidaya rumput laut, wisata mangrove. Hal tersebut ditindaklanjuti melalui penetapan beberapa daerah di Kabupaten Serang seperti Kecamatan Tirtayasa, Kecamatan Pulo Ampel dan Kecamatan Tanara sebagai zona pengelolaan ekosistem pesisir dalam Perencanaan Tata Ruang Laut. Kegiatan penanaman mangrove (Kecamatan Tirtayasa) dan penempatan rak tranplantasi terumbu karang (Kecamatan Pulo Ampel, Kecamatan Tirtayasa, Kecamatan Pontang) telah di laksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten terkait rehabilitasi Kawasan pesisir di Kabupaten Serang.