SATE BANDENG BANTEN TEMBUS BRANDING NASIONAL

Salah satu komoditas pengolahan ikan Sate Bandeng Banten memperoleh sertifikat branding nasional dari Menteri Kelautan dan Perikanan. Produk Sate Bandeng dengan merek “Kang Cepi” asal Serang ini berhasil memenuhi branding nasional setelah memenuhi standar mutu, cita rasa dan cara pengolahan yang baik.

Seperti diketahui bahwa tujuan branding produk perikanan nasional yakni untuk memenuhi standar mutu serta agar produk-produk yang ada memilki kemasan yang lebih baik sehingga bisa menembus pasar ritel modern serta pasar ekspor. Selama ini produk olahan ikan lokal kebanyakan hanya beredar di pasar-pasar tradisional. Melalui progran branding maka kualitas produk dan pengemasannya ditingkatkan agar memenuhi standar yang masing-masing pasar ritel modern seperti Carefour, Giant dan Hypermart.

Melalui branding produk maka komoditas perikanan telah memenuhi cara berproduksi yang baik, cara pengemasan serta labeling produknya sampai komposisi kandungan gizinya pun diberitahu di kemasan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, Maysaroh Mawardi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha, Ade Burhanudin, menjelaskan untuk mencapai branding nasional ini tidak mudah karena harus bersaing dengan produk olahan lain dari berbagai daerah di tanah air. Sebelumnya pihak DKP Banten melakukan berbagai pembinaan dan pendampingan proses pengolahan produknya.

Dengan diperolehnya branding nasional ini maka produk olahan perikanan tersebut sekaligus memperoleh Sertifikat Halal MUI, sertifikat kesehatan P-IRT, dan standarisasi pengemasan produk secara modern. Dengan teknologi pengemasan mutakhir, produk Sate Bandeng yang sebelumnya hanya tahan 1-2 hari, saat ini bisa bertahan 7 (tujuh) hari pada suhu ruang sampai dengan 3 (tiga) bulan pada suhu dingin (freezer). Tingkat kadaluarsa ini merupakan hasil kajian dari Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).

Lebih lanjut Maysaroh mengungkapkan program branding produk perikanan diharapkan mampu mendorong peningkatan daya saing produk perikanan di pasar dalam negeri. “Saya akan melakukan replikasi program ini di Banten, sehingga akan lebih banyak komoditas olahan ikan kita yang di-branding baik dalam skala nasional maupun provinsi” kata Maysaroh.

Tahun 2014 ditargetkan ada 8 (delapan) produk olahan ikan yang akan mendapatkan branding dari Pemerintah Provinsi Banten, sehingga produknya bisa masuk pasar ritel modern.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, H Muhadi, pada kesempatan terpisah mengatakan turut mendukung program branding yang dilakukan DKP Provinsi Banten. Pihaknya menyambut positif kegiatan peningkatan daya saing UMKM di Provinsi Banten. ***Humas DKP Banten