• Sunday, 25 June 2017
  • HASIL ANALISIS DATA EKSPOR DAN IMPOR PRODUK PERIKANAN BANTEN TAHUN 2016


    LAPORAN

    HASIL ANALISIS DATA EKSPOR DAN IMPOR

    PRODUK PERIKANAN BANTEN

    TAHUN 2016

    Oleh :

    Erwin Suryana, M.M.Pi

    Analis Pasar Hasil Perikanan (APHP)

    Ahli Muda

    A. Pendahuluan

    Kegiatan ekspor sesungguhnya memberikan manfaat yang besar bagi sebuah negara / daerah diantaranya : (1) memperluas pasar bagi produk kita, (2) menambah devisa negara dan (3) dapat memberluas lapangan kerja.

    Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan ekspor dapat membawa banyak manfaat bagi masyarakat, diantaranya : memperluas pasar bagi produk Indonesia, menambah devisa negara, dan memperluas lapangan kerja.

    Memperluas lapangan kerja. Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan produk Indonesia ke luar negeri. Misalnya, pakaian batik merupakan salah satu produk Indonesia yang mulai dikenal oleh masyarakat dunia. Apabila permintaan terhadap pakaian batik buatan Indonesia semakin meningkat, pendapatan para produsen batik semakin besar. Dengan demikian, kegiatan produksi batik di Indonesia akan semakin berkembang.

    Menambah Devisa Negara. Perdagangan antarnegara memungkinkan eksportir Indonesia untuk menjual barang kepada masyarakat luar negeri. Transaksi ini dapat menambah penerimaan devisa negara. Dengan demikian, kekayaan negara bertambah karena devisa merupakan salah satu sumber penerimaan negara.

    Memperluas Lapangan Kerja. Kegiatan ekspor akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan semakin luasnya pasar bagi produk Indonesia, kegiatan produksi di dalam negeri akan meningkat. Semakin banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin luas.

    Sedangkan kegiatan impor dapat memenuhi kekurangan pasokan produksi didalam negeri. Baik ekspor maupun impor sama-sama berperan penting dalam proses produksi suatu negara

    Hanya saja kegiatan ekspor selayaknya lebih tinggi volumenya dibandingkan impor, karena hal tersebut menunjukkan bahwa status produksi suatu negara adalah surplus. Sebaliknya apabila nilai impor lebih tinggi, maka dapat dikatakan neraca perdagangannya adalah minus.

    Analisa ini dimaksudkan untuk melihat sejauhmana perbandingan antara status ekspor dan impor komoditas perikanan di Provinsi Banten.

     

    B. Gambaran Data Ekspor

    Tahun 2016 Provinsi Banten berhasil mengekspor produk perikanan sebanyak 20.187.178 kilogram yang berasal dari 3 (tiga) perusahaan eksportir.

    Dari volume ekspor tersebut mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 180.073.568, 58 atau sebesar Rp. 2.340.956.384.000,- (dengan standar kurs Rp. 13.000 per USD), lihat tabel

     

    Tabel 1. Volume Ekspor Provinsi Banten, 2016

    No

    Nama Perusahaan

    Volume (kg)

    1.

    PT. Bahari Makmur Sejati

    19.832.508

    2.

    PT. Gumindo Perkasa Industri

    178.700

    3.

    PT. Kelola Mina Laut

    175.970

     

    Tabel 2. Nilai Ekspor Provinsi Banten, 2016

    No

    Nama Perusahaan

    Nilai Produk (USD)

    1.

    PT. Bahari Makmur Sejati

    176.113.405, 51

    2.

    PT. Gumindo Perkasa Industri

    1.036.379, 07

    3.

    PT. Kelola Mina Laut

    2.923.784, 00

     

    C. Gambaran Data Impor

    Untuk impor komoditas perikanan Banten tahun 2016, tercatat provinsi ini mengimpor produk perikanan sebanyak 11.148 ekor berupa udang hidup dengan nilai harga komoditas sebesar USD 308.601 atau sebesar Rp. 4.011.813.000 (dengan kurs Rp. 13.000 per USD), lihat tabel.

    Tabel 3. Volume Impor Provinsi Banten, 2016

    No

    Nama Perusahaan

    Volume (ekor)

    1.

    PT. Suri Tani Pemuka

    2.640

    2.

    PT. Tri Karta Pratama

    4.512

    3.

    PT. Nuansa Ayu Karamba

    3.996

     

    Tabel 4. Nilai Impor Provinsi Banten, 2016

    No

    Nama Perusahaan

    Nilai Produk (USD)

    1.

    PT. Suri Tani Pemuka

    60.923

    2.

    PT. Tri Karta Pratama

    142.727

    3.

    PT. Nuansa Ayu Karamba

    104.951

     

    DHasil Analisa Data

    Berdasarkan uraian diatas kita dapat membandingkan data volume ekspor dan impor komoditas perikanan Banten sebagai berikut :

    1. Perbandingan Data Volume Ekspor dan Impor Produk Perikanan Banten

    Volume ekspor perikanan Banten sebesar 20.187.178 kg dan volume impornya sebanyak 11.148 ekor, dengan demikian dapat dikatakan bahwa volume ekspor surplus dibandingkan impor.

    1. Perbandingan Data Nilai Ekspor dan Impor Produk Perikanan Banten

    Nilai komoditas ekspor perikanan Banten sebesar Rp. 2.340.956.384.000,- dan nilai impornya sebesar Rp. 4.011.813.000,-, dengan demikian, maka nilai ekspor Banten tercatat surplus sebesar Rp. 2.336.944.571.000,-

    1. Matrik Surplus / Minus Ekspor dan Impor Produk Perikanan Banten

    Matrik surplus / minus kegiatan ekspor dan impor Provinsi Banten tahun 2016 sebagaimana tabel 5 dibawah ini :

    Tabel 5. Perbandingan volume ekspor impor dan nilai produksinya

    Volume Ekspor (kg)

    Volume Impor (ekor)

    Nilai Ekspor (Rp)

    Nilai Impor (Rp)

    Surplus / Minus (Rp)

    20.187.178

    11.148

    2.340.956.384.000

    4.011.813.000

    2.336.944.571.000,-

     

    F. Penutup

    Demikian hasil analisa data ekspor dan impor produk perikanan Banten tahun 2016, dengan harapan dapat dijadikan bahan pengambilan kebijakan dan evaluasi perdagangan komoditas perikanan di Banten untuk periode tahun selanjutnya. Kritik dan saran kami harapkan untuk penyempurnaan analisa ini, terima kasih.

     


    Jadwal Sholat


    Prakiraan Cuaca


    Twitter


    Facebook


    Tentang Kami


    Peta


    Statistik Kunjungan


    Kritik dan Saran