Pembangunan Desa Pesisir Langkah Awal Pembangunan Masyarakat Maritim

Plt Gubernur Banten Rano Karno mengapresiasi pelaksanaan bedah desa pesisir yang diinisiasi TNI AL dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Acara tersebut berlangsung di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa (7/4).

Kegiatan bedah desa pesisir yang digelar hari ini (Selasa) merupakan awal pembangunan masyarakat maritim di Indonesia.“Kami atas nama Pemprov Banten menyambut baik atas kepercayaan dan gagasan yang sangat baik pula manfaatnya bagi masyarakat pesisir. Bedah desa pesisir ini juga dalam rangka melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dan nelayan,” kata Rano

Ia menyebutkan Banten dengan potensi pantai serta laut yang besar, memiliki 130 desa pesisir dan 35 kecamatan pesisir serta 61 pulau-pulau kecil di Banten. “Kegiatan ini sebagai awal dan menjadi contoh bagi pihak terkait untuk bisa dikembangkan di daerah lainnya di Indonesia,” kata Rano Karno.

Lebih lanjut Rano Karno menjelaskan, isu pokok pembangunan kelautan dan perikanan di Provinsi Banten yakni kemiskinan, degradasi lingkungan, Sumber Daya Manusia (SDM), orientasi pembangunan yang masih berorientasi pada daratan. Sementara permasalahan yang mengemuka antara lain Ilegal Fishing, degradasi habitat pesisir, serta kemiskinan yang masih melilit sebagian besar penduduk di wilayah pesisir. “Fokus pembangunan kelautan dan perikanan di Banten ditujukan untuk meningkatkan usaha perikanan dari status survive menjadi tumbuh, atau dari keadaan sebelumnya yang belum berdaya menjadi berdaya atau survive,” jelasnya.

Kata Kepala Staf Angakatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi mengatakan saat ini kawasan pesisir masih identik dengan kemiskinan dan lingkungan yang kumuh. Oleh karenanya TNI AL menggagas program tanggung jawab sosial yang diharapkan dapat mengikis citra buruk tersebut.

Ade menambahkan, dari 230 juta penduduk Indonesia hanya satu persen yang menggantungkan hidup dari melaut. Di sisi lain pemerintah memasang target ambisius menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan demikian pemerintah wajib menciptakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kelautan dan perikanan. Cita-cita besar tersebut tak akan terwujud jika kehidupan pesisir masih termarjinalkan.

Kegiatan bedah desa pesisir tersebut diisi dengan berbagai kegiatan seperti pembangunan sarana fisik di Desa Teluk yakni renovasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) berupa pemasangan plafond dan lantai, renovasi mushalla, renovasi madrasah, pembangunan rumah pintar, pembuatan MCK, pembangunan rumah nelayan atau bedah rumah, pembuatan sistem pengolahan air laut menjadi air bersih, pembuatan bangunan prasasti dan monumen serta kegiatan non fisik seperti pengobatan gratis, sunatan masal, penyuluhan dan lainnya.

Peresmian dan puncak acara operasi bhakti TNI AL ‘Bedah Desa Pesisir’ tersebut dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM AAGN Puspayoga. Plt Gubernur Banten Rano Karno, Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi, Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar serta untuk Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Banten.


sumber : Liputan Banten

Berita Lainnya

Banten Sebagai Pelopor Gemar Ikan
  • By : wulan
  • on : 28 Nov 2014
  • 892 views
Apresiasi Auditor Sertifikasi CBIB Tahun 2016
  • By : Admin DKP
  • on : 13 May 2016
  • 764 views
DATA IMPOR PRODUK PERIKANAN BANTEN TAHUN 2016
  • By : Erwin Suryana, M.M.Pi
  • on : 08 Jun 2017
  • 88 views
KKP Fokuskan Empat Komoditas Industrialisasi Perikanan
  • By : wulan
  • on : 11 Nov 2013
  • 235 views